STRANGER (chapter 1)
- Dia
Matahari mulai memancarkan sinarnya untuk membangunkan semua orang. senin pagi di kota achtung semua orang mulai terbangun dari mimpi indahnya, seperti biasa achtungmulai di hiasi oleh orang2 sibuk. Kendaraan yg sangat berisik dengan klaksonnya karena kemacetan, orang2 kantor yg mulai berhampuran dikejar waktu, juga siswa-siswi yg mulai menampakkan rasa sedihnya meratapi sekolah :v . seperti kota2 biasa achtung memiliki keindahan yg dimiliki kota2 lain, juga memiliki sisi buruk yg juga dimiliki kota2 lain namun lebih ekstim. achtung kota kecil dengan penduduk yg menyedihkan. Pendapatan masyarakat achtung yg rendah memicu tingkat kriminalitas yg tinggi. Namun para aktor crime di kota itu kebanyakan bukanlah kelas teri dan kacangan melainkan kelas kakap ke atas. Sudah 10 tahun lamanya kota ini di biarkan menjadi sarang Bug Crime. Ironisnya baru 2 tahun ini pihak berwajib melakukan tindakan lanjut untuk achtung dan itu sudah sangat terlambat 10 tahun.
Buswaypun datang, semua orang yg berada di halte mulai berebut masuk. Bus sudah mulai penuh dan pintu busway akan tertutup, ia dengan segera memaksa masuk. Sangat sempit dan panas sekali di dalam bus meski bus tersebut berAC. Beberapa menit kemudian bus mulai agak longgar karena beberapa penumpang yg mulai menyusut dan dua orang yg sangat asing mulai masuk. Beberapa menit di dalam bus dua orang itu rupanya berniat jahat kepada seorang wanita yg berada di depannya. Kedua pria tersebut terlihat bekerjasama untuk mencopet barang yg dimiliki wanita tersebut, salah satu berada di sebelah kiri wanita tersebut dan salahsatunya lagi berada di belakang kanan wanita itu untuk merogoh tas wanita tersebut. Seorang gadis SMA melihat kejadian itu, dan ia mulai berfikir “sepertinya kedua bajingan itu akan keluar dihalte berikutnya”, gumam gadis itu dalam hati. Beberapa menit kemudian pintu bus mulai terbuka dan dua penjahat itu segara beranjak dari bus, saat penjahat yg satunya sudah turun dan satu penjahat yg membawa barang rampasan wanita tadi sedang hendak turun tiba2 kantong tempat ia menyimpan barang rampasan itu di rogoh oleh gadis SMA tadi, diambilnya lalu menendang keluar penjahat itu lalu penjahat itu berteriak “WOI !” lekas beberapa detik, pintu busway langsung tertutup dan jalan. Gadis SMA itu langsung tersenyum lega dan mengembalikan dompet yg dicuri kepada wanita tadi “terimakasih sekali !” terlihat sumringah wajah wanita itu.
Sampailah gadis itu di halte tujuannya. Seperti biasa, ia selalu menutupi sebagian mukanya menggunakan saputangan miliknya kemanapun ia berjalan sambil menundukkan kepalanya. Baginya itu adalah sebagian dari etika sopan santun kepada orang2 yg sedang berada disekitarnya juga bertujuan untuk menutupi identitasnya meskipun ia bukanlah orang penting. Gadis ini bernama Linda. rambut ikal yg kecoklatan sebahu, berkulit putih langsat dan agak sawo matang, memiliki wajah oriental,pemalu tapi pemberani juga dia adalah anak yg berbeda. namun entah bagaimanalah, seperinya kata2 "berbeda/perbedaan" adalah kata2 yg sangat memotivasi dirinya. kebanyakan orang membenci "perbedaan" dan menganggapnya sebagai "racism" tapi baginya "perbedaan" adalah identitas masing2 orang (kepribadian dasar), namun sayangnya banyak orang disekitarnya yg sebagian besar adalah orang yg terlalu normal dan peniru. itulah salah satu alasan Linda untuk malas berkomunikasi terbuka terhadap masyarakat “ orang2 huh?? begitu menyebalkan. sangat muak aku dengan tingkahnya dan lihatlah aku sudah terpengaruh oleh kebusukan mereka !!” entah bagaimana tapi kata2 tersebut selalu terselip dalam pikirannya.
- Membosankan
Baru saja sekitar bulan Agustus lalu Linda mulai memasuki SMA, tapi rasanya sudah seperti 100 tahun lamanya berada di siberia dan menjalani Gulag disana. “aku pikir akan lebih menyenangkan jika ada teroris mamasuki sekolahan ini lalu melakukan bom bunuhdiri haha” gumamnya. Bagaimana Linda bisa betah di SMAnya jika disekitarnya dipenuhi orang2 dgn ego dan gengsi yg tinggi,serta orang2 yg terlalu normal dan berfikiran rendah. Lingkungannya yg sekarang sudah jauh berbeda dan sangat menyedihkan di bandingkan lingkungannya yg dulu pada saat masa2 sekolah sebelumnya, walaupun tak terlalu menyenangkan tapi setidaknya ia dapat memiliki teman2 yg ikhlas,bersahabat dan dapat dipercaya walaupun seiring dgn berjalannya waktu akan mereka berubah dan tak lagi menjadi temannya “yah setidaknya aku PERNAH memiliki dan merasakan masa2 itu” pikirnya. “entah bagaimanalah, sepertinya semakin kedepan waktu berlalu semakin bodoh dan terkikis jamannya” pikir Linda dgn keheranan. Sebenarnya ia memiliki alasan yg kuat untuk mejelaskan mengapa ia menjadi anak yg sangat tertutup kepada orang2. Karena setelah pengalaman yg ia lalui dalam kehidupan bermasyarakatnya selama beberapa bulan terakhir menyimpulkan bahwa seiring berjalannya waktu orang2 yg semula menyenangkan akan berubah menjadi monster jahat yg kanibal, memakan sesama spesiesnya. Semua kehidupan yang Linda rasakan ini sama persis dengan sebuah lagu yg di tulis oleh Noel Gallagher yg berjudul Champagne supernova
- The most worst feels moment ive ever feel
Hari demi hari Linda lalui seperti biasa, bersekolah dengan tugas yg menumpuk, sedang sangat malas dan bosan, sudah mulai kusam pandangannya pada dunia, tayangan berita lokal ttg criminalitas di Achtung semakin ramai, pertengkarannya dengan keluarganya, dsb.
Malam itu hujan turun sangat deras sekali. Orang tuanya yg masih saja terus bertengkar sampai terdengar dari dalam kamarnya padahal sudah ditutup rapat dan pertengkaran itu menggangu konsentrasi Linda terhadap PR nya, namun karena Linda sudah terbiasa dgn suasana itu ia tdk terlalu memikirkannya. Linda membuka pintu kamarnya lalu menuju ke ke dapur untuk mengambil beberapa makanan untuk camilan. Sesempainya di dapur ia tdk mendapati apapun yg bs dimakannya kecuali “racun tikus?? Sorry buddy not now.” gumam linda sambil nyengir. “ayah dan ibu bertengkar pasti karena mereka sedang kehabisan uang” pikir Linda dalam hati. Saat linda dalam perjalanannya kembali ke kamar, ia mendapati kakak kedua Linda yg bernama Nova yg sedang aneh dibalik pintu kamarnya yg setengah tertutup “hei apa yg kau lakukan?” ekspresi Linda dgn wajah serius, Nova tampaknya tdk menghiraukan kehadiran Linda dan tidak menjawab. “bensin sudah mahal, klo ayah beli motor baru emangnya ayah bs beli bensin setiap minggunya?!!” terdengar suara ibunya dlm pertengkaran. “kalau gak ada ongkos beli bensin jual aja motornya dibeliin bensin !!” seu ayahnya dlm pertengkaran.Nova terlihat aneh, tertawa tawa sendiri dan bergumam. “hei kau sedang membuat lelucon tentang mereka yah?!” tanya linda semakin serius dan agak geram. “ah sudahlah kerjain dulu Prmu sana !” seru Nova sambil menutup pintu dgn keras. Saat Linda meneruskan langkahnya ia mendapati kakak pertama Linda yg bernama Tito yg terlihat sedang melakukan urusan pribadinya. “kak punya camilan gak??” tanya Linda dengan ekspresi sedih. Tito tdk menghiraukan keberadaan Linda dan terus melanjutkan *fap-fap-fap*. Dari ekspresi Linda yg sedih berubah ke ekspresi yg geram dan menantang. Tiba2 Linda terlihat seperti akan teriak “AYAH KAK TITO LAGI FAP!!”namun tidak terjadi karena Tito melepas tangannya dari fap dan secepat kilat menutup mulut Linda dgn kanan tangan Tito yg berbekas fap.
“ssh shh shhh !!!” bisik Tito sejenak lalu melepas tangannya dari dari mulut Linda
“dafuq, TANGAN ABIS FAP DIPAKE NUTUPIN MULUT AKU !!!” teriak Linda dgn kesal
Lalu Tito mengelap tangan kanannya ke celananya dan gantian menutup mulut Linda dgn tangan kirinya yg berbekas fap juga. “shhhh shhh ssssssshhhh!!!” Linda meronta2 lalu Tito melepas tangannya dari mulut Linda.
“dapuq apa2an ini??! FAK BAU FAP!!!” teriak Linda lagi dengan kesal”
Lagi2 Tito mengelap tangan kirinya ke celananya dan kali ini ia hanya menggunakan jari telunjuknya dan mendekatkannya ke mulutnya sendiri. “Shhhh shhh ssshhh shhh !! pelan2 dasar dada rata !” bisik tito. Linda “fak [[bpcrymeme]]”. Saat Linda hendak berlalu, ternyata Tito sudah mengambil tindakan dan memberinya sesuatu.
“nih !” kata Tito sambil menyodorkan sbungus makanan
“kenapah?” tanya Linda polos
“lu rese klo lagi laper” kata Tito dgn ekspresi yg persis di iklan snickers lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya.
*play “louis armstrong what a wonderfull world mp3” Malam hari yg kelam dgn hujan badai itupun berlalu, bergantian dgn senyum cerah sang mentari. Linda bergegas untuk bersiap pergi ke sekolah. dlm perjalanannya ke sekolah ia menyanyikan sebuah lagu yg berjudul “what a wonderful world”
“I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and for you
And I think to myself what a wonderful world.”
I see them bloom for me and for you
And I think to myself what a wonderful world.”
*Linda bernyanyi sambil memperhatikan sekitar
“I see skies of blue and clouds of white,”
*Linda turun dari sepeda motor yg diboncengkan kknya
“The bright blessed the day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world.”
*saat Linda sedang berjalan menuju ke gerbang sekolah ia mendapati salah satu siswa diSMAnya di antar oleh Ibunya dan mencium pipi Ibunya sbg tanda perpisahan didepan gerbang.Linda merasa minder dan nyesek, akhirnya ia mempercepat langkahnya memasuki sekolahan.
“The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people passing by.”
*siang itu Linda mulai bosan karena hanya berdiam diri saja didlm kelas pada setiap jam istirahat. Ia mulai bosan lalu mencoba untuk keluar sebentar dari kelas dan menghirup udara segar.
“I see friends shaking hands saying how do you do?"
*ternyata nyesek moment Linda tadi pagi masih berlanjut, Ia melihat sepasang sahabat yg begitu akrab dan berpelukan.
“But what they're really saying is I love you."
*dengan cepat kilat Ia mengalihkan pandangannya, namun Ia malah melihat sepasang kekasih pelajar sedang duduk2 di teras dgn suka ria bercanda. Linda menghela nafas dan masuk ke dalam kelasnya
“I hear baby's crying and I watched them grow
They'll learn much more than I'll ever know ”
*dalam perjalanan pulang Linda ia melihat seorang anak beusia 5th yg menangis, lalu ibu anak itu pergi membelikannya balon dari tangis menjadi tawa anak yg terlihat bahagia. lalu ayah dari anak itu menggendong anak itu di pundaknya
“And I think to myself what a wonderful world.”
* lalu ayah dari anak itu menggendong anaknya di pundaknya. Mereka beranjak dari tempatnya semula, dengan mesranya kedua orang tua itu saling begandengan dan anak yg di gendongnya tertawa bahagia
“Yes, I think to myself what a wonderful world.” Linda mengucapkan kata terakhir dari lagu tersebut sambil menitihkan airmata dan menatap jendela kamarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar